Rusia Pertanyakan Kolaborasi Dewan Perdamaian dengan PBB
Kini News - JAKARTA - Rusia mempertanyakan bagaimana Board of Peace alias Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump akan bekerja sama dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah menjadi poros utama lamngkah-langkah perdamaian internasional sejak berakhirnya Perang Dunia ke-2
"Piagam Board of Peace mendefinisikan dirinya sebagai struktur internasional baru yang dirancang menggantikan 'mekanisme yang terlalu sering terbukti tidak efektif',” kata Direktur Departemen Organisasi Internasional pada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia, Kirill Logvinov, dikutip dari TASS, Kamis 26 Februari.
Ia menambahkan, mandat Board of Peace tidak pernah menyebutkan Gaza.
“Jelas bahwa pendekatan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Dewan Perdamaian akan hidup berdampingan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanannya, yang merupakan satu-satunya badan yang diakui secara universal untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” tutur Logvinov.
Trump pertama kali mengusulkan Board of Peace pada September 2025. Saat itu, miliarder properti AS tersebut meluncurkan rencananya untuk mengakhiri invasi Israel di Gaza.
Kemudian, Trump mengatakan bahwa ruang lingkup Board of Peace akan diperluas untuk menangani konflik lain secara global — upaya yang umumnya diawasi PBB.
Amerika Serikat diketahui menjadi satu-satunya anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang bergabung dengan Board of Peace. Anggota Dewan Keamanan PBB lainnya yakni Rusia, China, Inggris, dan Prancis.




