Rusia Kritik Dewan Perdamaian Trump, Pertanyakan Kerjasama dengan PBB
Kini News - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Rusia mulai mengkritik Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Kritik itu terkait dengan peran badan tersebut di panggung global.
Seperti diketahui, Board of Peace dibentuk atas inisiatif Presiden AS Donald Trump.
Trump memperkenalkan badan itu untuk perdamaian global.
Ide itu diumumkan awalnya untuk konflik Gaza.
Kemudian, misi badan itu diperluas ke konflik lain.
Rusia mempertanyakan bagaimana badan ini akan bekerja sama dengan PBB.
Khususnya, Rusia mempertanyakan hubungannya dengan United Nations Security Council.
Dewan Keamanan PBB adalah badan utama perdamaian internasional.
Sejak Perang Dunia II, Dewan Keamanan (DK) PBB menjadi poros perdamaian global.
Rusia mencatat, piagam Board of Peace menyebut akan menggantikan mekanisme lama.
Piagam itu menyatakan badan baru sebagai struktur internasional baru.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi badan itu.
Pihak Rusia menilai hal itu bisa tumpang tindih dengan PBB.
Diketahui, piagam itu bahkan tak menyebut Gaza secara spesifik.
Padahal, Gaza adalah konflik awal yang ingin diselesaikan.
Rusia juga mencatat bahwa António Guterres belum diundang ke pertemuan badan itu.
António Guterres sendiri adalah pihak sentral di PBB.
Board of Peace akan memiliki mandat perdamaian global.
Trump disebutkan sebagai ketua badan tersebut.
Sebagai ketua, Trump bisa menggunakan wewenang eksekutif signifikan.
Wewenang itu termasuk hak veto dan keanggotaan yang dapat dihapus.
Rusia mengatakan status ini belum jelas secara internasional.
Banyak negara yang berteman dengan Rusia juga menunjukkan keraguan.




