Resep Autentik Spaghetti Gamberi Pomodorini dari Chef The Mayflower
Sumber Foto: Kompas.tv
Lifestyle

Resep Autentik Spaghetti Gamberi Pomodorini dari Chef The Mayflower

JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah satu hidangan andalan bergaya Italia yang autentik adalah menu Spaghetti Gamberi Pomodorini. Chef Anton Hermanto, Eksekutif Chef The Mayflower - Marriott Executive Apartments, membagikan resep dan rahasia di balik cita rasa autentik menu Spaghetti Gamberi Pomodorini yang disajikan di tempatnya.

Menu ini menjadi highlight dari deretan main course yang ditawarkan—menggabungkan nuansa Western dan Indonesian cuisine.

Hidangan ini terdiri dari spaghetti dengan saus tomat segar, udang, dan taburan parmesan cheese yang memberikan aroma khas dan rasa gurih yang seimbang. Untuk melengkapi kelezatannya, disajikan pula garlic bread di sisi piring.

“Biar Italian vibes-nya terasa lah gitu. Jadi spaghetti pakai tomato cherry, tomato sauce, lalu pakai udang,” jelasnya saat ditemui KompasTV, Senin (3/11/2025) di The Mayflower - Marriott Executive Apartments.

Harga seporsi Spaghetti Gamberi Pomodorini dibanderol Rp150.000, termasuk dengan garlic bread dan keju parmesan yang melimpah.

Chef Anton menjelaskan bahwa teknik memasak Spaghetti Gamberi Pomodorini sebenarnya cukup sederhana, tetapi memerlukan perhatian pada tahapan prosesnya agar rasa tomat dan udangnya seimbang.

“Cara bikinnya biasa sih, seperti pasta Italia Selatan pada umumnya. Dia berbahan dasar garlic, tomato. Ada juga yang pakai basil, cuma saya pakai rosemary,” katanya.

Prosesnya dimulai dengan menumis bawang putih, lalu menambahkan tomat cherry hingga sedikit mengeluarkan jus. Setelah itu, udang dimasukkan untuk memberi aroma seafood yang kuat, kemudian baru ditambahkan bumbu seperti garam, lada, dan parmesan.

1. Takaran Bahan Ideal untuk Satu Porsi

Menurut Anton, setiap bahan harus ditakar dengan cermat untuk menjaga konsistensi rasa.

“Kalau untuk satu porsi, saya biasanya pakai 20 gram garlic, tomato cherry 100–150 gram, prawn sekitar 6 pieces, pasta 180 gram, rosemary 5 gram, parsley 5 gram,” ujarnya.

Chef Anton menegaskan bahwa ketepatan takaran menjadi kunci agar rasa tiap porsi tetap sama meski dimasak dalam jumlah berbeda.

“Harus sama. Kita katakan udangnya ada yang tiga, yang itu dua, jangan. Nanti tangan sirik-sirikan,”

ujarnya sambil berkelakar.

2. Kesalahan Umum: Pasta Overcooked

Salah satu kesalahan paling sering dilakukan orang Indonesia saat memasak pasta adalah memasaknya terlalu lama hingga lembek.

“Pasta identiknya kalau yang masak orang kita itu asin gitu ya? Bukan, overcooked dari spaghetti-nya,”

jelas Anton.

Ia menjelaskan bahwa pasta yang benar seharusnya al dente, yaitu masih sedikit keras di bagian tengah.

“Lebih aldente itu half-cooked, setengah matang. Kalau di Italia, tendensinya memang seperti itu,” ujarnya.

Menurut Anton, proses perebusan yang tepat hanya memakan waktu 6–8 menit dalam air mendidih. Jika lebih lama dari itu, tekstur pasta akan kehilangan gigitan khasnya dan terasa lembek.

Menurut Anton, kunci menikmati pasta Italia adalah berani mencoba rasa al dente yang mungkin terasa asing bagi lidah Indonesia.

“Kalau kita coba makan yang al dente, yang tradisional Italian, kita bakalan nemuin taste yang lain,” pungkasnya.