Reformasi Bursa Jadi Momentum Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun
Stabilitas.id – Arus modal asing (capital inflow) yang diproyeksikan masuk ke pasar modal Indonesia berpotensi menembus angka US$70 miliar atau sekitar Rp1.118 triliun. Potensi dana jumbo ini muncul seiring dengan langkah agresif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) dalam melakukan reformasi tata kelola pasar modal nasional.
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menegaskan bahwa pemerintah harus memanfaatkan momentum pembekuan indeks oleh MSCI pada akhir Januari lalu sebagai titik balik melakukan pembenahan menyeluruh.
“Yang ditunggu investor adalah implementasi nyata dari reformasi ini. Jika Indonesia mampu merespons kasus MSCI dengan tata kelola dan transparansi yang lebih kuat, potensi capital inflow bisa mencapai US$60–70 miliar,” ujar Mari dalam diskusi virtual OJK: Economic Outlook 2026, Kamis (19/2/2026).
BERITA TERKAIT
Rupiah Tembus Rp17.000, OJK Waspadai Pembengkakan Biaya Retrosesi Reasuransi
OJK Rilis Roadmap 2026–2030: Genjot Pasar Derivatif dan Investasi ESG
Pacu Ekonomi Syariah, OJK Hubungkan Perbankan dengan Pemasok Pangan Pesantren
OJK & Kemenekraf Garap Aset Web3, Jadikan Kekayaan Intelektual Instrumen Investasi Baru
Mari membandingkan situasi Indonesia dengan kasus Adani vs Hindenburg di India. Kala itu, India sempat mengalami outflow sebesar US$4 miliar. Namun, setelah regulator melakukan penguatan aturan *disclosure* dan penyesuaian kebijakan, aliran modal balik ke India melonjak sembilan kali lipat hingga mencapai US$37 miliar.
Menurut Mari, kunci kepercayaan investor terletak pada transparansi dan integritas kepemimpinan baru di OJK serta Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan datang. “Pemilihan leadership baru harus dilakukan secara profesional dan transparan untuk menjaga kepercayaan pasar,” tambahnya.
Penaikan Free Float dan Transaksi 1%
Menanggapi tantangan tersebut, BEI tengah merancang perubahan regulasi yang dijadwalkan efektif pada Maret 2026. Beberapa poin krusial dalam reformasi ini meliputi:
Penaikan Batas Free Float: Ketentuan minimum saham publik (free float) diusulkan naik signifikan dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap.
Transparansi Kepemilikan: BEI akan memperluas kewajiban keterbukaan data kepemilikan saham. Jika sebelumnya publikasi fokus pada kepemilikan di atas 5%, ke depan data kepemilikan saham di atas 1% akan dibuka kepada publik setiap bulan.
Klasifikasi Investor KSEI: KSEI juga tengah menyempurnakan sistem Single Investor Identification (SID) dengan menambah kategori investor dari 9 jenis menjadi 28 klasifikasi, guna memberikan gambaran struktur pemegang saham yang lebih komprehensif.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkuat kredibilitas pasar modal RI di mata global sekaligus memitigasi risiko volatilitas akibat ketidakpastian struktur kepemilikan saham emiten. ***
Tags: Aliran Dana Asing BEI Bursa Efek Indonesia Capital Inflow Economic Outlook 2026 free float 15 persen Kasus MSCI KSEI Mari Elka Pangestu ojk Pasar Modal Indonesia Reformasi Bursa Single Investor Identification Tata Kelola Perusahaan Transparansi Saham
Sebelumnya
Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio
Selanjutnya
Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.
BACA JUGA
Agenda Bullion Bank Masuk RUPST, BSI Jadwal Ulang Rapat ke 5 Mei
oleh Stella Gracia
16 April 2026 - 10:21
Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) resmi melakukan pemanggilan ulang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku...
OJK Rilis Roadmap 2026–2030: Genjot Pasar Derivatif dan Investasi ESG
oleh Stella Gracia
15 April 2026 - 23:04
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan dua peta jalan strategis guna memperdalam pasar keuangan nasional dan mendorong pendanaan...
Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Disebar ke Pemegang Saham, Catat Tanggalnya!
oleh Sandy Romualdus
15 April 2026 - 07:56
Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan imbal hasil yang optimal dan berkelanjutan bagi...
Gencatan Senjata AS-Iran Semu, IHSG Terbang 6,14% Saat Rupiah Terdepresiasi ke Rp17.098
oleh Sandy Romualdus
13 April 2026 - 15:19
Stabilitas.id – Pasar modal Indonesia mencatatkan performa impresif sepanjang pekan kedua April 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam...
IHSG Sepekan Melesat 6,14 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rekor Rp13.189 Triliun
oleh Sandy Romualdus
13 April 2026 - 11:03
Stabilitas.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa gemilang sepanjang periode perdagangan 6—10 April 2026. Indeks komposit berhasil menguat...
RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih
oleh Sandy Romualdus
10 April 2026 - 19:55
Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan nilai total mencapai...




