Pemkab Lumajang Gencarkan Penagihan Piutang PBB-P2 Rp 6,19 Miliar dengan Satpol PP
Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Sudarma Adi
lihat foto
Tribun Jatim Network
PBB - Ilustrasi pelayanan pembayaran pajak PBB dan adminstrasi kependudukan di Kantor Kecamatan Tempeh saat program Setor Madu baru digaungkan Bupati Lumajang beberapa waktu lalu.
Ringkasan Berita:
Nilai Piutang: Rp 6,19 miliar (pokok utang PBB-P2 tahun 2025).
Sanksi Administrasi: Denda keterlambatan sebesar 1 persen per bulan dari pokok utang.
Kecamatan Penunggak Terbanyak: Yosowilangun, Kedungjajang, dan Tekung.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang bersiap memperketat penagihan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang hingga kini masih menyisakan piutang miliaran rupiah.
Untuk mengoptimalkan penagihan, pemkab akan melibatkan Satpol PP bersama Inspektorat.
Berdasarkan data Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPRD) Lumajang, sisa piutang PBB-P2 tahun 2025 tercatat sebesar Rp 6,19 miliar.
Baca juga: Seusai Ambil Uang, Wanita di Lumajang Dibacok Pria Misterius, Polisi: Bukan Pembegalan
Tiga Kecamatan Jadi Penyumbang Tunggakan Tertinggi
Nilai tersebut merupakan akumulasi tunggakan para wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya.
Kabid Penagihan BPRD Lumajang, Abdul Aziz, menyebut ada tiga kecamatan dengan angka tunggakan tertinggi, yakni Yosowilangun, Kedungjajang, dan Tekung.
Aziz menjelaslan angka tersebut merupakan pokok utang dan belum termasuk denda keterlambatan sebesar 1 persen setiap bulan. Artinya, total kewajiban yang harus dibayarkan wajib pajak bisa lebih besar apabila dihitung bersama sanksi administrasi.
Untuk menekan angka piutang, Pemkab Lumajang akan melakukan langkah penagihan lebih tegas dengan menggandeng Satpol PP dan Inspektorat guna mendukung proses penertiban.
“Tunggakan PBB-P2 tahun 2025 mencapai Rp 6,19 miliar, upaya kami akan melakukan penagihan untuk tunggakan pajak tersebut dengan menggandeng Satpol PP dan Inspektorat,” beber Aziz ketika dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Aziz berharap, dengan keterlibatan lintas instansi, capaian penagihan piutang PBB dapat meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga mengingatkan para wajib pajak agar segera menyelesaikan kewajibannya supaya tunggakan tidak terus bertambah setiap tahun.
Baca juga: Pemkab Lumajang Tegaskan Pasien Tetap Dilayani Meski PBI Dinonaktifkan
Imbauan serupa ditujukan kepada ASN maupun perangkat desa yang masih memiliki SPPT atau tunggakan pajak.
Selain itu, pihaknya meminta masyarakat segera melaporkan apabila terdapat ketidaksesuaian data objek pajak, misalnya yang tercatat sebagai tanah kosong namun di lapangan sudah berdiri bangunan dengan peruntukan berbeda.
“Mohon kiranya, dengan kesadaran, segera melaporkan kepada kami untuk bisa dimutakhirkan. Semoga kepatuhan pajak meningkat sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah," tandasnya.
Sumber: Tribun Jatim
Tags
penagihan
Satpol PP Lumajang
Pemkab Lumajang
Lumajang
TribunJatim.com
Rekomendasi untuk Anda
Kunjungi Kami.
Produk Handphone
Terbaru, Cek 18 Daftar Harga HP realme di Bulan April 2026: Note 80, C85 Pro, hingga realme 16 5G
Skincare
4 Rekomendasi Micellar Water Ukuran Jumbo: Isi Lebih Banyak Lebih Hemat
Produk Handphone
Terbaru, Cek 18 Daftar Harga HP realme di Bulan April 2026: Note 80, C85 Pro, hingga realme 16 5G
Produk Elektronik
4 Rekomendasi Setrika Uap Murah Mulai 100 Ribuan
Hair Care
5 Rekomendasi Serum Bulu Mata dan Alis BPOM: Lentik dan Tebal Natural
Make Up
5 Rekomendasi Lip Gloss 100 Ribuan yang Tidak Bikin Bibir Kering
Baca Juga
Mediasi Kasus WO Bermasalah di Mojokerto, Korban Minta Rumah Pemilik Usaha Dilelang ke Bank
Mengenal Candi Sumberawan di Malang, Stupa Kuno di Kaki Gunung Arjuna yang Sarat Sejarah
Ekonom Ubaya: WFA bagi ASN Bisa Jadi Kunci Penghematan BBM dan Penguatan Daya Beli Masyarakat
Alasan Guru Zaki Lari 4 KM Pakai Baju Dinas dari Rumah ke Sekolah Tempatnya Mengajar
Perketat Aturan Injeksi di Klinik Estetika, BPOM dan Kemenkes Sosialisasi Permenkes 11 Tahun 2025
Video Pilihan
Jurnalis Karni Ilyas dan Aiman Witjaksono Ikut Diperiksa Buntut Polemik Isu Ijazah Palsu Jokowi
Ikuti kami di




