Pemerintah Dorong Kedaulatan Energi Lewat Kebijakan Bioetanol
JAKARTA, (suarasiber.co.id) – Pemerintah menekankan kebijakan pencampuran bioetanol E5 dan E10 sebagai langkah strategis untuk mendorong ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya di hadapan awak media di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat 20 Februari 2026.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
“Salah satu strategi untuk kita mendorong ketahanan energi dan kedaulatan energi kita adalah kita akan menerapkan bagian daripada bensin kita akan campur dengan etanol mandatori,” pungkas Bahlil.
Diundang Polri, 9 Mantan Pegawai KPK Apresiasi Niat Kapolri
Oktober 4, 2021
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan penerapan kebijakan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk memperluas aktivitas usaha pada sektor energi domestik. “Tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru yang ada di Indonesia,” ucapnya.
Adapun terkait butir perjanjian perdagangan timbal balik yang ditandatangani oleh Indonesia dan Amerika Serikat mengenai impor bioetanol, Menteri ESDM menjelaskan hal tersebut sebagai langkah dalam upaya memenuhi kebutuhan etanol nasional sebelum mencapai kemandirian produksi.
“Namun sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk di impor dari Amerika, sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi,” ucapnya.
Dalam implementasinya, pengalihan sumber impor etanol dilakukan dengan memanfaatkan tarif masuk 0 persen. Kebijakan ini dinilai memberikan keuntungan langsung bagi Indonesia karena harga bahan baku menjadi lebih kompetitif.
Pj Bupati Tangerang Terima Penghargaan Paritrana Award 2024
September 13, 2024
“Kalau kita masuknya dengan tarif 0 persen ke negara kita, berarti kan harus lebih murah dong. Ini kan menguntungkan kita sebenarnya. Kita melakukan impor dari sini, tarifnya masuk 0 persen, harganya lebih murah sehingga industri kita lebih kompetitif dalam memakai bahan baku daripada etanol,” jelasnya.
Menurut Bahlil, etanol tidak hanya digunakan untuk pencampuran bahan bakar, tetapi juga menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri. Dengan biaya impor yang lebih efisien, pemerintah berharap struktur biaya produksi industri nasional dapat ditekan sehingga meningkatkan daya saing di pasar global. (*)
Reporter: Redaksi SuaraSiber
Tag
Bioetanol
Kebijakan
Pemerintah
Tekankan
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar.
Tinggalkan Balasan
Simpan nama dan email untuk komentar berikutnya.
Related Post Widget (Grid)
JAKARTA
1 minggu yang lalu
Halalbihalal FK Ulum, Wali Kota Jakarta Timur Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
JAKARTA
2 minggu yang lalu
TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Desak Platform Lain
KABUPATEN TANGERANG
2 minggu yang lalu
Buka Musrenbang 2027, Bupati Tangerang Tekankan Skala Prioritas, Fokus Kesejahteraan Rakyat
BANTEN
2 minggu yang lalu
Kebijakan WFH Setiap Jumat, Layanan Pertanahan di Seluruh Wilayah Harus Tetap Optimal
Related Post Widget (List)
JAKARTA
4 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektoral: Polri Gandeng Kementerian ESDM hingga Perhubungan dalam Bimtek Pamwaster.
JAKARTA
12 jam yang lalu
Wikimedia Akhirnya Patuhi Kewajiban Platform di Indonesia
JAKARTA
12 jam yang lalu
Menkomdigi: TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak di Bawah 16 Tahun
JAKARTA
1 hari yang lalu
Menuju 5 Abad Jakarta, MHT 2026 Diserbu 648 Karya Jurnalistik




