PBB Serukan Keamanan PLTN Zaporozhye di Tengah Ketegangan Rusia-Ukraina
Kini News - 
PLTN Zaporizhzhia, Ukraina
PBB/New York (DMS) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Rusia dan Ukraina untuk bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) guna menjamin keamanan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan tersebut.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric, Rabu (25/2), mengatakan organisasi dunia itu terus menaruh perhatian serius terhadap keselamatan fasilitas nuklir terbesar di Eropa tersebut sejak konflik Ukraina pecah.
Berita Lainnya
NTB Perkuat Tambora Menuju Geopark Dunia
Xi: China dan AS Harus Jadi Mitra
Koalisi Sipil Desak Pendataan PRT hingga RT dan Desa
“Kami mendorong Federasi Rusia dan Ukraina untuk bekerja sama secara erat dengan IAEA guna memastikan keamanan pembangkit listrik (Zaporozhye) demi kepentingan semua pihak,” ujar Dujarric kepada wartawan.
Sebelumnya, dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, Gennady Gatilov, menuding Kiev melakukan penembakan yang disengaja ke arah PLTN Zaporozhye. Ia memperingatkan tindakan tersebut berisiko memicu bencana nuklir dan dapat berdampak luas, termasuk terhadap negara-negara yang memberikan dukungan militer kepada Ukraina.
Di sisi lain, Kepala Rosatom Alexey Likhachev menyatakan Rusia dan IAEA tengah membahas kemungkinan penerapan gencatan senjata lokal guna memungkinkan perbaikan fasilitas di PLTN tersebut.
IAEA juga melaporkan bahwa jalur listrik cadangan ZNPP Ferrosplavnaya-1 terputus pada 10 Februari, yang diduga berkaitan dengan aktivitas militer di sekitar lokasi.
Zaporozhye Nuclear Power Plant (ZNPP) terletak di tepi kiri Sungai Dnepr, dekat Kota Energodar. Fasilitas ini merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa berdasarkan jumlah unit dan kapasitas terpasang.
PLTN tersebut memiliki enam unit reaktor dengan kapasitas masing-masing 1 gigawatt. Saat ini seluruh unit berada dalam kondisi penghentian operasi sementara (cold shutdown).
Sejak Oktober 2022, fasilitas itu berada di bawah kendali Rusia dan secara berkala dilaporkan menjadi sasaran serangan di tengah konflik yang masih berlangsung. PBB menegaskan pentingnya menjaga keselamatan fasilitas nuklir untuk mencegah dampak kemanusiaan dan lingkungan yang lebih luas.
DMS/AC
Tags: Amankan Minta PBB PLTN Rusia Rusia-Ukraina Ukraina Zaporozhye
Previous Post
Harga Emas Antam Naik Rp16.000/Gram
Next Post
Pemotor Bonceng Tiga Anak Tertabrak di Flyover Slipi
Berita Terkait

NTB Perkuat Tambora Menuju Geopark Dunia
Thursday, 14 May 2026

Xi: China dan AS Harus Jadi Mitra
Thursday, 14 May 2026

Koalisi Sipil Desak Pendataan PRT hingga RT dan Desa
Wednesday, 13 May 2026

Kapal Diduga Bawa WNI Tenggelam di Malaysia, 23 Orang Selamat
Tuesday, 12 May 2026




