Kraken Akuisisi Platform Manajemen Token Magna untuk Perluas Layanan
Sumber Foto: Liputan6.com
Ekonomi

Kraken Akuisisi Platform Manajemen Token Magna untuk Perluas Layanan

Perbesar

Ket

Cari

Paling sering ditanyakan

Liputan6.com, Jakarta - Payward, perusahaan induk dari bursa kripto AS Kraken, telah membeli platform manajemen token Magna. Namun, Payward belum menjelaskan detil nilai transaksi pembelian tersebut.

Payward mengatakan pada Rabu kesepakatan tersebut akan membantu Kraken menawarkan lebih dari sekadar infrastruktur perdagangan. Ke depan, bursa tersebut akan menampilkan "rangkaian produk yang sepenuhnya vertikal."

“Akuisisi ini mempercepat evolusi Kraken menjadi platform di mana penerbit, pengembang, dan investor dapat mengandalkan infrastruktur kelas institusional sejak awal hingga skala,” ujar Kepala Onchain Kraken, Calvin Leyon, dikutip dari Yahoo Finance, ditulis Jumat, (20/2/2026).

Langkah ini terjadi setelah salah satu CEO Kraken, Arjun Sethi, mengatakan kepada DL News pada September bursa kripto tersebut memiliki lebih banyak kesepakatan yang direncanakan menjelang IPO-nya. Kraken melakukan lima akuisisi pada 2025.

Berdasarkan laporan DL News, merger dan akuisisi di ruang kripto diperkirakan melonjak tahun ini. Hal ini setelah wawancara dengan Karl-Martin Ahrend, salah satu pendiri penasihat M&A kripto Areta.

Portofolio yang Berkembang

Payward mengatakan, Magna, yang membantu perusahaan kripto mengelola stablecoin dan mata uang kripto lainnya, akan terus beroperasi sebagai platform independen.

“Bergabung dengan Kraken memberi kami sumber daya untuk mendukung klien yang sudah ada dan klien baru dengan infrastruktur kelas institusional, likuiditas yang lebih dalam, dan distribusi global,” ujar CEO Magna, Bruno Faviero, dalam sebuah pernyataan.

Portofolio Kraken sekarang mencakup platform perdagangan berjangka NinjaTrade, yang dibeli seharga USD 1,5 miliar atau Rp 25,3 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.920), platform perdagangan milik sendiri Breakout, dan platform aset tokenisasi Backed Finance.

Seperti para pesaingnya, Kraken juga menawarkan saham tokenisasi dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), dengan harapan menjadi platform yang melayani investor di luar kripto.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Coinbase Perluas Jaminan Kripto

Sebelumnya, Coinbase memperluas produk pinjaman berbasis kripto di Amerika Serikat (AS) yang mencakup XRP, DOGE, ADA Cardano, dan Litecoin. Hal ini memperluas akses ke layanan yang ditawarkan sebagai cara pelanggan untuk membuka likuiditas tanpa menjual asetnya.

Mengutip Yahoo Finance, produk ini memungkinkan pengguna untuk memberikan kripto sebagai jaminan dan meminjam hingga USD 100.000 atau Rp 1,69 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.920) dalam stablecoin USDC Circle. Pinjaman ini disalurkan melalui Morpho, protokol pinjaman terdesentralsiasi yang berarti mekanisme peminjaman ditangani di blockchain, bukan melalui neraca Coinbase sendiri.

Layanan Coinbase ini tersedia di seluruh Amerika Serikat (AS) kecuali New York.

Langkah ini membawa beberapa token kripto yang paling banyak digunakan oleh ritel ke dalam produk yang sebelumnya berfokus pada bitcoin dan ether. Meskipun pemegang Ether dan ADA sudah dapat memperoleh imbal hasil melalui staking di jaringan asli mereka, aset seperti XRP, DOGE, dan Litecoin tidak menawarkan mekanisme imbalan bawaan.

Coinbase Perluas Potensi Jaminan

Bagi para investor tersebut, meminjam dengan jaminan aset mereka telah menjadi salah satu dari sedikit cara untuk mengakses likuiditas tanpa harus keluar dari posisi investasi.

Coinbase juga memperluas potensi jaminan di platformnya. Bursa tersebut melaporkan memiliki XRP senilai USD 17,2 miliar atau Rp 291,04 triliun per 31 Desember, menurut pengajuan SEC. Hal itu menjadikan token tersebut salah satu aset terbesar di akun pelanggan.

Pinjaman yang didukung kripto telah lama dipasarkan sebagai strategi yang efisien pajak, karena meminjam dengan jaminan aset tidak memicu keuntungan modal seperti halnya penjualan.

Namun, struktur ini membawa risiko signifikan ketika pasar bergerak cepat. Jika nilai jaminan turun terlalu jauh relatif terhadap saldo pinjaman, posisi tersebut dapat dilikuidasi, yang berarti pihak ketiga dapat melunasi hutang dan mengambil jaminan dengan harga diskon.

Coinbase menerapkan penyangga tambahan ketika pengguna mengambil pinjaman untuk mengurangi risiko likuidasi dan mengirimkan pemberitahuan saat ambang batas hampir tercapai. Namun, bursa tersebut juga memperingatkan jaminan yang digunakan melalui produk ini dibungkus (wrapping), sebuah proses yang memungkinkan token seperti XRP untuk ada di jaringan yang kompatibel dengan Ethereum.