Kapolda Riau Ganti Papan Bunga dengan Bibit Pohon untuk Budaya Ramah Lingkungan
Jakarta - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menggagas langkah baru dalam membentuk budaya kerja di lingkungan internal kepolisian. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk tidak lagi menggunakan papan bunga dalam berbagai acara, dan menggantinya dengan pemberian bibit pohon.Kebijakan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Riau Tahun 2026 pada Rabu (18/2/2026), yang dihadiri pejabat utama dan para kapolres se-Riau. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian daerah dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan sekaligus menjaga kelestarian alam di Provinsi Riau.Dalam arahannya, Irjen Herry menegaskan bahwa setiap momen penting, baik kegiatan kedinasan seperti mutasi dan kenaikan pangkat maupun acara pribadi seperti ulang tahun dan pernikahan, harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memberi manfaat bagi lingkungan."Saya minta, kalau ada mutasi, jangan ada lagi papan-papan bunga. Tolak itu. Lebih baik kasih pohon. Untuk yang ulang tahun atau menikah, berikan dua bibit pohon sebagai simbol pertumbuhan dan kehidupan," tegas Irjen Herry.Ia menilai papan bunga bersifat sementara dan berpotensi menjadi limbah, sementara bibit pohon merupakan investasi jangka panjang yang membawa dampak positif bagi generasi mendatang.Lebih lanjut, Kapolda Riau menekankan pentingnya membangun karakter personel yang peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, kepedulian tersebut harus menjadi kebiasaan yang terus dipraktikkan, bukan sekadar seremoni simbolik."Kebaikan harus menjadi habitus, kebiasaan yang terus diulang hingga membentuk karakter. Kita harus membangun karakter yang mencintai lingkungan. Kita mulai dari hal sederhana: dari seremoni menjadi konservasi, dari simbol menjadi tindakan nyata," tambahnya.Kebijakan ini selaras dengan program Green Policing serta slogan 'Melindungi Tuah, Menjaga Marwah' yang diusung Polda Riau. Dengan mengganti papan bunga menjadi bibit pohon, diharapkan setiap peristiwa penting meninggalkan dampak positif bagi lingkungan."Setiap pohon yang kita tanam adalah warisan. Mari kita bangun budaya baru yang lebih bermakna dan berkelanjutan," tutupnya.Langkah ini diharapkan tidak hanya diterapkan di internal kepolisian, tetapi juga dapat menginspirasi instansi lain serta masyarakat luas di Riau untuk lebih peduli terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian hutan.




