Kapitalisasi Pasar Saham BEI Naik 3,83% dalam Sepekan
NERACA
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar saham sepekan kemarin tumbuh 3,83% menjadi Rp14.889 triliun dari Rp14.341 triliun pada sepekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Sementara volume transaksi harian Bursa pada pekan kemarin, yaitu sebesar 4,73% menjadi 45,24 miliar lembar saham dari 43,20 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Kemudian peningkatan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yaitu sebesar 3,49% sehingga ditutup pada level 8.212,271 dari posisi 7.935,260 pada pekan lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat sebesar 0,37% menjadi 2,74 juta kali transaksi, dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu. Namun, rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami perubahan sebesar 6,27% menjadi Rp23,20 triliun, dari Rp24,75 triliun pada pekan sebelumnya.
Adapun investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp2,03 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp16,49 triliun. BEI juga mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 19 emisi dari 13 emiten senilai Rp14,56 triliun.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 671 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta, diterbitkan oleh 133 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.674,24 triliun dan US$ 352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,69 triliun.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jum’at (13/2) akhir pekan ditutup melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang libur Tahun Baru Imlek. IHSG ditutup melemah 53,08 poin atau 0,64% ke posisi 8.212,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,73 poin atau 1,16% ke posisi 829,67.“IHSG melemah, selain pasar terbebani tekanan eksternal, namun juga menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek yang berpotensi mendorong tekanan jual yang diwarnai aksi profit taking,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico.
Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung mengambil posisi defensif seiring menantikan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam pertemuan pekan ini dan mencermati independensi BI pasca pelantikan Deputi Gubernur Baru pada pekan lalu.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang menguat sebesar 1,52%, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,41% dan 1,05%.
Sedangkan, tujuh sektor menurun yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam minus sebesar 1,21%, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor kesehatan yang turun masing-masing sebesar 0,91% dan 0,87%. Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BELL, INDS, BAIK, DAAZ dan PSKT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HILL, LAPD, GRPM, SPRE dan PIPA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.857.381 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 49,40 miliar lembar saham senilai Rp24,41 triliun. Sebanyak 267 saham naik 408 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.




