Kapitalisasi Pasar Bursa Turun 7,37% dalam Sepekan
NERACA
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar bursa sepekan kemarin mengalami koreksi tajam sebesar 7,37% menjadi Rp15.046 triliun dari Rp16.244 triliun pada sepekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Adapun investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp1,53 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,88 triliun. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI yaitu sebesar 29,28% menjadi Rp43,76 triliun, dari Rp33,85 triliun pada pekan sebelumnya. Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 1,59% menjadi 3,82 juta kali transaksi, dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Sedangkan data volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 3,69% menjadi 63,3 miliar lembar saham, dari 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Pergerakan IHSG turut berubah pada pekan kemarin, yaitu sebesar 6,94% sehingga ditutup pada level 8.329,606, dari posisi 8.951,010 pada pekan lalu.
Fixed Income and Macro Strategis PT Mega Capital Indonesia, Lionel Priyadi seperti dikutip Antara mengatakan, investor akan mengambil sikap berhati-hati, bahkan investor asing masih akan condong bearish hingga ada lampu hijau dari MSCI menjelang bulan Mei 2026.
Merespon pengumuman MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik atau free float dari 7,5% menjadi 15% pada Februari 2026, yang berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat.
Apabila emiten tidak dapat memenuhi aturan itu, maka akan diberikan exit policy, namun saat ini belum dipastikan exit policy apa yang akan diterapkan. BEI dan Self–Regulatory Organization (SRO) juga akan menyesuaikan dan menyampaikan proposal sesuai dengan yang dibutuhkan MSCI terkait permintaan transparansi free float saham di Indonesia.
Selain itu, OJK mengungkapkan pemerintah akan segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan ditargetkan terbit pada kuartal I tahun 2026.. Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 6,2%, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing turun sebesar 3,35% dan 2,10%.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 1,12%, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 1,17% dan 0,87%. Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ESTI, FIRE, ZATA, AHAP dan DFAM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KIOS, VKTR, RMKE, AIMS, dan PBSA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.399.348 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,76 miliar lembar saham senilai Rp41,33 triliun. Sebanyak 551 saham naik, 194 saham menurun, dan 65 tidak bergerak nilainya.




