Es Gabus Kembali Viral: Resep dan Kisah Pedagangnya
JAKARTA, KOMPAS.TV - Es gabus adalah makanan jaman dulu (jadul) yang dibuat dari tepung hunkwe yang direbus dengan santan dan dibekukan di kulkas.
Makanan tersebut diberi pewarna makanan, kemudian dimasukkan ke freezer untuk dibekukan.
Meski kini keberadaannya mulai langka, jajanan legendaris ini biasanya dijual di depan sekolah atau di pinggir jalan.
Bagi yang ingin membuat es gabus jadul di rumah, berikut resepnya.
Resep Es Gabus Jadul
Resep es gabus ini tercantum dalam buku "Resep Cake, Kue, & Dessert dari Dapur Tempo Doeloe (2020)" yang ditulis oleh Tim Ide Masak terbitan Gramedia Pustaka Utama.
Untuk 20 potong
Bahan:
60 g tepung hunkwe
600 ml air tebu
25 ml santan kental
1/4 sdt garam
1 tetes pewarna makanan kuning tua Plastik tebal, potong-potong untuk membungkus
Cara membuat:
1. Campur tepung hunkwe dengan 100 ml air tebu. Aduk hingga tepung larut. Sisihkan. ital
2. Masukkan sisa air tebu, santan, garam, dan pewarna makanan kuning ke dalam sebuah panci. Masak sambil diaduk hingga mendidih.
Matikan api.
3. Tuang larutan tepung hunkwe ke dalam panci berisi rebusan air tebu. Aduk hingga tercampur rata. Nyalakan api. Masak kembali sambil diaduk hingga meletup-letup. Angkat.
4. Tuang adonan hunkwe ke dalam loyang 16 x 8 x 5 cm yang sudah dialas plastik. Ratakan. Biarkan hingga dingin dan mengeras.
5. Keluarkan dari dalam loyang. Potong-potong setebal 1 cm dengan pisau bergerigi. Bungkus dengan plastik. Masukkan ke dalam lemari pembeku. Biarkan hingga beku.
6. Sajikan.
Sebelumnya seperti diberitakan Kompas.tv, pedagang es gabus asal Depok, mengaku mengalami kekerasan fisik setelah dituduh menjual es berbahan spons saat berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Tuduhan itu disampaikan oleh sejumlah orang yang disebutnya sebagai aparat polisi dan TNI.
Ia dituduh diduga menggunakan bahan berbahaya, seperti polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci di dalam dagangannya.
Terbaru, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0501 Jakarta Pusat Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman memastikan permasalahan antara anggotanya, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dengan pedagang es gabus telah selesai secara kekeluargaan.
"Tidak ada niat sedikit pun untuk merugikan warga. Kami menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebersamaan dengan rakyat," ujarnya, Rabu (28/1) dikutip dari Antara.
Alam menegaskan bahwa peristiwa yang berawal dari kesalahpahaman di lapangan antara aparat kewilayahan TNI-Polri dengan seorang pedagang es, telah diselesaikan secara baik melalui pendekatan kekeluargaan antara pihak-pihak terkait.




