Calon Emiten IPO Siap Sesuaikan Free Float 15% untuk Meningkatkan Likuiditas
Sumber Foto: Stabilitas.id
Ekonomi

Calon Emiten IPO Siap Sesuaikan Free Float 15% untuk Meningkatkan Likuiditas

Kini News - oleh Stella Gracia

26 Februari 2026 - 12:56

Stabilitas.id — PT Mandiri Sekuritas menyatakan bahwa seluruh calon emiten yang berada dalam antrean penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering /IPO) kini telah menyesuaikan struktur permodalannya dengan ketentuan minimum free float sebesar 15%. Langkah ini diambil menyusul rencana otoritas pasar modal yang akan menaikkan batas saham publik dari sebelumnya 7,5%.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menjelaskan bahwa penyesuaian ini krusial untuk meningkatkan aspek tradability atau kemudahan transaksi di pasar sekunder. Aturan baru tersebut ditargetkan mulai diimplementasikan secara penuh pada Maret 2026.

“Ada yang tadinya free float di bawah 15 persen, sekarang harus menyesuaikan. Kalau porsi saham publik makin besar, investor punya lebih banyak pilihan barang untuk dibeli,” ujar Oki di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

BERITA TERKAIT

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Dihantam Sentimen ‘Freeze’ MSCI, 54 Saham Blue Chip Ini Jadi Benteng Arus Modal Asing

Data OJK Maret 2026: Intip Peta Persaingan Sengit Sektor Perbankan Digital vs Konvensional

Oki menilai, kebijakan ini akan membuat pasar modal Indonesia menjadi lebih likuid, transparan, dan memiliki tata kelola (governance) yang lebih baik. Jika saham yang ditawarkan ke publik terlalu sedikit, investor cenderung kesulitan melakukan transaksi di aftermarket, yang pada akhirnya meningkatkan risiko investasi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengestimasi kebutuhan likuiditas yang harus diserap pasar mencapai Rp187 triliun agar 267 emiten dapat memenuhi ketentuan 15% tersebut. Sebagai tahap awal, BEI memprioritaskan implementasi ini kepada 49 emiten berkapitalisasi pasar besar (big caps).

Notasi Khusus dari OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyiapkan langkah tegas guna mengawal kebijakan ini. Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (Kiki), mengungkapkan bahwa emiten yang belum memenuhi ketentuan 15% akan diberikan notasi khusus.

“Pemberian notasi khusus ini berfungsi sebagai penanda bagi investor, bukan berarti emiten langsung dipindahkan ke papan tersendiri. Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan investor agar mereka lebih terinformasi dalam memilih saham yang likuid,” tegas Kiki.

Dengan adanya kewajiban free float yang lebih tinggi, pasar modal Indonesia diharapkan dapat menarik lebih banyak investor domestik maupun asing yang mencari emiten dengan fundamental bagus sekaligus kemudahan dalam bertransaksi. ***

Tags: #Mandiri Sekuritas BEI Bursa Efek Indonesia free float 15 persen IPO likuiditas pasar ojk Oki Ramadhana Saham Big Caps

Sebelumnya

Ekonom Mandiri: Perpanjangan Dana SAL Rp200 Triliun Bakal Tekan Bunga Kredit Perbankan

Selanjutnya

OJK: Dana SAL Rp200 Triliun Tekan Biaya Dana, Target Kredit Tumbuh 12% pada 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar *

Nama *

Email *

Situs Web

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

BACA JUGA

Dihantam Sentimen ‘Freeze’ MSCI, 54 Saham Blue Chip Ini Jadi Benteng Arus Modal Asing

oleh Stella Gracia

18 Mei 2026 - 10:01

Stabilitas.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangkan tekanan aksi jual menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendepak...

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

oleh Stella Gracia

18 Mei 2026 - 09:53

Stabilitas.id — Emiten kontraktor pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) membukukan kemajuan signifikan dalam program penyehatan keuangan perseroan. Melalui...

Rugi Bersih Susut 45% di Kuartal I/2026, Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Jajaran Pengurus

oleh Sandy Romualdus

16 Mei 2026 - 16:02

Stabilitas.id — Emiten maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) resmi merombak susunan pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang...

Aman dan Syariah, Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST016 dengan Kupon Hingga 6,25%

oleh Stella Gracia

13 Mei 2026 - 17:19

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel ketiga pada tahun ini,...

Rebalancing Indeks MSCI: OJK Sebut Fenomena Regional, Fokus Perkuat Fundamental Pasar Modal RI

oleh Stella Gracia

13 Mei 2026 - 17:16

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa perubahan komposisi dalam rebalancing indeks MSCI merupakan fenomena global yang dipicu oleh...

Pengguna Kripto Tembus 21 Juta, OJK Ingatkan Mahasiswa UNS Solo Soal Risiko Tokenisasi

oleh Stella Gracia

12 Mei 2026 - 14:17

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi keuangan digital bagi generasi muda guna menekan risiko investasi pada aset...