BIJB Kertajati Tetap Beroperasi Normal di Tengah Perubahan Kebijakan
Monitorday.com – Di tengah menguatnya wacana perubahan status dan arah pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pengelola bandara menegaskan bahwa fokus utama saat ini tetap pada menjaga kelancaran operasional dan kualitas layanan penerbangan. Aktivitas bandara dipastikan berjalan normal sembari menunggu keputusan kebijakan dari pemerintah daerah.
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, menyampaikan bahwa berbagai diskusi mengenai masa depan bandara, termasuk kemungkinan perubahan fungsi maupun skema pengelolaan aset, merupakan ranah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang saham mayoritas. Sementara itu, pihak operator tetap menjalankan tugas sesuai mandat yang diberikan.
“Selama kami masih dipercaya sebagai operator, prioritas kami adalah memastikan bandara beroperasi dengan baik dan memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa,” ujar Nuril.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan dalam kegiatan operasional bandara. Seluruh layanan penerbangan, baik domestik maupun internasional, tetap berjalan sesuai jadwal dan standar keselamatan penerbangan yang berlaku.
Dalam menghadapi dinamika kebijakan tersebut, pengelola bandara juga terus berupaya meningkatkan aktivitas penerbangan dan jumlah penumpang. Berbagai langkah strategis dilakukan, antara lain dengan menjalin komunikasi intensif bersama maskapai penerbangan, mengikuti forum penjadwalan penerbangan internasional, serta menggelar kegiatan promosi untuk menarik minat pasar.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pengembangan penerbangan umrah dan rute internasional. Saat ini, BIJB Kertajati melayani penerbangan internasional rute Singapura dengan frekuensi dua kali dalam sepekan. Ke depan, diharapkan akan ada penambahan rute dan frekuensi penerbangan guna meningkatkan pergerakan penumpang.
Meski demikian, Nuril mengakui bahwa pertumbuhan penerbangan domestik dari dan menuju BIJB Kertajati masih belum menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola bandara, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia.
Namun demikian, ia tetap optimistis terhadap potensi jangka panjang bandara tersebut. BIJB Kertajati dinilai memiliki keunggulan dari sisi fasilitas fisik, kapasitas terminal, serta panjang landasan pacu yang mampu melayani pesawat berbadan lebar. Keunggulan ini menjadikan Kertajati sebagai aset strategis untuk pengembangan penerbangan di wilayah Jawa Barat.
Nuril juga menilai bahwa pengembangan bandara di Jawa Barat idealnya dilakukan secara terpadu. Menurutnya, BIJB Kertajati dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung dapat dikembangkan secara sinergis, dengan memaksimalkan karakteristik dan keunggulan masing-masing bandara.
“Setiap bandara memiliki peran dan kekuatan sendiri. Tinggal bagaimana kebijakan yang diambil mampu mengoptimalkan potensi tersebut demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.




