Benteng Moraya: Keindahan Alam dan Sejarah Minahasa
Tondano, BeritaManado.com – Kawasan Wisata Benteng Moraya Tondano adalah lukisan alam tanpa hak cipta tangan manusia.
Demikian ungkapan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Moudy Pangerapan saat berada di puncak Menara Benteng Moraya Tondano, Jumat (6/2/2026) bersama jajaran.
Diakuinya, sejatinya Benteng Moraya hanyalah simbol berbentuk bangunan permanen buatan tangan manusia, namun yang lukisan sesungguhnya adalah pemandangan alam yang terbentang sejauh mata memandang 360 derajat.
“Danau Tondano, hamparan persawahan, langit biru berpadu dengan awan putih seperti saju saat hari cerah dan suasana perkotaan, merupakan lukisan alam karya Sang Pencipta,” ungkap Pangerapan.
Ditambahkannya, lukisan alam tersebut dilengkapi dengan peninggalan bersejarah puing-puing saat terjadinya Perang Tondano sekitar abad 17 dan 19 di lokasi yang sama.
Tak hanya itu, keberadaan puluhan Waruga juga menjadikan kawasan Benteng Moraya sebagai ‘Diorama’ peradaban Tou Minahasa pada zaman dahulu.
“Dari sudut pandang sejarah, Bentemng Moraya kini menjadi saksi bisu perjuangan dan peradaban Tou Minahasa. Namun sesungguhnya spirit para leluhur tetap hidup dan bersuara lantang yang mengatakan bahwa tempat dimana banyak orang mengaguminya ini bukanlah sekedar pemandangan, namun merupakan doa yang terjawab,” ucap Pangerapan.
Ia pun berharap, lukisan-likisan alam karya Tangan Tuhan di tempat lain di seluruh wilayah Kabupaten Minahasa terus dijaga dan dilestarikan untuk menjadi kesaksian bagi generasi saat ini bahwa jauh sebelum mereka ada, Tuhan sudah ‘melukis’ atau merancang kehidupan tentang Minahasa.




