BEI Rencanakan Evaluasi Kebijakan Full Call Auction Kuartal II
Sumber Foto: Tirto.id
Nasional

BEI Rencanakan Evaluasi Kebijakan Full Call Auction Kuartal II

Kini News - tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengevaluasi kebijakan Full Call Auction (FCA). Evaluasi dilakukan sebagai bagian dari peninjauan berkala atas seluruh kebijakan bursa serta untuk melihat peluang penyempurnaan atau perbaikan aturan yang berlaku.

Pjs. Direktur BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan FCA termasuk kebijakan yang secara rutin direview oleh otoritas bursa. Menurutnya, peningkatan transparansi pasar berpotensi menimbulkan dampak lanjutan yang perlu ditelaah lebih dalam, termasuk relevansi sejumlah kriteria pada papan pemantauan khusus.

“FCA akan segera kami evaluasi. Karena sesuai dengan seluruh kebijakan bursa, kami melakukan review secara periodik. Dan FCA juga termasuk yang kami review secara periodik. Kami melihat ada ruang bagi kami untuk melakukan penyempurnaan atau perbaikan atas kebijakan tersebut,” ujar Jeffrey di Bursa Efek Indonesia, Jumat (20/2/2026).

Sebagai informasi, FCA merupakan mekanisme perdagangan atas saham yang ada di Papan Pemantauan Khusus—saat jual beli tak bisa dilakukan secara langsung (continuous)—melalui pengumpulan atau lelang dan dipertemukan pada waktu tertentu berdasarkan harga tunggal.

Mekanisme ini sempat jadi sorotan lantaran sejumlah saham di BEI, termasuk saham yang sempat diproyeksikan masuk ke indeks penyedia indeks global seperti FTSE, dinilai berpotensi memengaruhi kelayakan saham menjadi komponen indeks.

Mekanisme FCA dianggap dapat membatasi likuiditas dan meningkatkan volatilitas perdagangan, terutama bagi saham yang masuk papan pemantauan khusus, sehingga berdampak pada penilaian indeks global.

Jeffrey membuka kemungkinan adanya perubahan mekanisme, termasuk opsi pengembalian ke sistem perdagangan berkelanjutan (continuous trading). Namun, ia menegaskan fokus utama saat ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap FCA. “Sangat mungkin. Tapi poinnya adalah FCA akan direview,” katanya.

Terkait arah evaluasi, Jeffrey menyebut perubahan yang dilakukan ke depan lebih berpotensi berupa pengurangan kriteria, bukan penambahan. “Most likely pengurangan, tidak akan ada penambahan,” ujarnya.

Meski demikian, ia belum memastikan apakah mekanisme lelang akan tetap dipertahankan atau disesuaikan. Menurutnya, hal tersebut akan disampaikan setelah proses evaluasi rampung.

Jeffrey menambahkan, waktu penyelesaian evaluasi FCA juga belum dapat dipastikan karena BEI saat ini masih memprioritaskan pengembangan pasar modal terkait kerja sama dengan penyedia indeks global, seperti FTSE dan MSCI.

“Karena saat ini kita masih fokus dengan pengembangan untuk FTSE dan MSCI, evaluasi FCA secepat-cepatnya akan kita lakukan di kuartal ke-II,” pungkasnya.