Bank Indonesia Longgarkan Suku Bunga Kredit untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan hasil Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2026 secara daring dari Jakarta, Kamis (19/2/2026). (Foto: Tangkapan Layar/Youtube/BI)
Bagikan
Berita Terkini
Eksklusif di WhatsApp GarudaTV
Gabung
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengumumkan penurunan suku bunga kredit baru sebesar 40 basis poin sepanjang setahun terakhir, menandai sinyal pelonggaran yang mulai merembes ke sektor perbankan dan kredit konsumsi.
Meski turun dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,80 persen pada Januari 2026, BI menilai ruang pelonggaran tersebut masih perlu diperluas agar dapat lebih efektif menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang tinggi.
Baca Juga
Desa Sausu Tambu Tumbuh, Ekonomi Pesisir Melesat
“Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Perry menuturkan, efektivitas transmisi kebijakan moneter terhadap suku bunga perbankan masih menjadi fokus utama BI agar pelonggaran yang dilakukan benar-benar berdampak langsung pada aktivitas pembiayaan dan investasi sektor riil.
Sepanjang 2025, BI telah memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebanyak lima kali dengan total penurunan sebesar 125 basis poin, yang turut diikuti ekspansi likuiditas di sistem keuangan.
Baca Juga
Telkomsel Hadirkan Mode Dasar Instagram untuk Pengguna SIMPATI Tanpa Kuota
Penurunan serupa juga terlihat pada tingkat bunga pasar uang. Suku bunga INDONIA merosot 211 basis poin hingga mencapai 3,92 persen per 18 Februari 2026.
Sementara suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) bertenor 6, 9, dan 12 bulan masing-masing turun antara 223 hingga 227 basis poin, berada di kisaran 4,91 hingga 5,04 persen.
Untuk imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing tercatat pada level 5,06 persen dan 6,38 persen.
Baca Juga
Dorong Swasembada Pangan, Bulog Kawal Panen Raya Jagung di Blora
“Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, tetapi lebih terbatas,” jelas Perry.
Data BI menunjukkan, suku bunga deposito 1 bulan turun 68 basis poin, dari 4,81 persen pada Januari 2025 menjadi 4,13 persen pada Januari 2026.
Perry juga menyoroti perlunya pengurangan praktik special rate yang masih diberikan kepada deposan besar, yang saat ini mencakup 26,42 persen dari total dana pihak ketiga (DPK).
Baca Juga
Dengan Energi Transisi, Pertamina Bangun Desa Rentan Jadi Resisten
“Penurunan suku bunga dana tersebut juga perlu makin ditransmisikan ke penurunan suku bunga kredit perbankan yang baru turun 40 bps,” ujarnya.
Dalam keputusan RDG Februari 2026, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen, suku bunga deposit facility sebesar 3,75 persen, dan lending facility di level 5,50 persen.
Kebijakan ini, menurut BI, selaras dengan fokus stabilisasi nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi dalam rentang target 2026-2027, sekaligus memastikan momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga.
Meski demikian, BI menegaskan bahwa potensi pelonggaran tambahan masih terbuka sepanjang tahun ini dengan pendekatan data dependent atau berbasis evaluasi kondisi ekonomi terkini.***
TAGGED: Bank Indonesia BI Rate Ekonomi Nasional Perry Warjiyo suku bunga suku bunga BI
Bagikan Berita Ini
Bagaimana perasaanmu atas berita ini?
Love0
Sad0
Happy0
Angry0
Previous Article Misi Damai di Amerika! Presiden Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Demi Gaza
Next Article Prihati Pujowaskito Pimpin BPJS Kesehatan 2026–2031




