Bank Indonesia Fokus Stabilitas Rupiah dalam Kebijakan Terbaru
Sumber Foto: Bloomberg Technoz
Nasional

Bank Indonesia Fokus Stabilitas Rupiah dalam Kebijakan Terbaru

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) membeberkan arah bauran kebijakan moneter terbaru usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI edisi 18-19 Februari 2026, yang kembali memutuskan menahan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 4,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan salah satu arah bauran berkaitan dengan fokus pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut,” kata Perry dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

“Sejalan dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1% dan upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," kata Perry.

Selain itu, Perry mengatakan lembagannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas pemerintah, serta mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

Baca Juga

Kejagung Geledah 16 Lokasi dalam Korupsi Manipulasi Ekspor CPO

Pangeran Andrew Ditahan Terkait Epstein, Bocorkan Rahasia Negara

OpenAI Gandeng Tata Bangun Mega Proyek Pusat Data AI di India

Next article →