Ayam Kanton Panggang: Kelezatan Kulit Renyah dan Daging Lembut di Ramadhan
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Ayam Kanton Panggang: Kelezatan Kulit Renyah dan Daging Lembut di Ramadhan

Kini News - KOMPAS.com - Bulan Ramadhan selalu identik dengan hidangan utama yang mengenyangkan. Di Indonesia, sajian seperti nasi kuning, lontong sayur, soto, opor ayam, hingga ayam bakar kerap menjadi pilihan saat berbuka maupun sahur untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Namun, ketika Ramadhan berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, nuansa kuliner oriental ikut memberi warna. Salah satu menu yang bisa menjadi alternatif adalah Ayam Kanton atau Cantonese Chicken.

Hidangan khas wilayah Kanton (Guangdong), Tiongkok yang dikenal dengan kulitnya yang garing dan dagingnya yang lembut.

“Makanan khas peranakanan dari bagian Asia. Cantonese Chicken menggunakan ayam broile. Makannya menggunakan bumbunya pakai khas kanton," ujar Executive Chef Hotel Ciputra World Surabaya, Dale Daryl Laoh kepada jurnalis termasuk Kompas.com.

"Makannya di cocol saja sehingga rasanya masih harmoni, ada bumbu ngohiong ada banyak rempah-rempah nah saat di cocol itu memberikan rasa baru,” imbuhnya.

Utamakan bahan segar dan racikan homemade

Menurutnya, kualitas bahan menjadi fondasi utama kelezatan dari Cantonese Chicken ini. Ia memastikan ayam yang digunakan bukan ayam beku, melainkan dalam kondisi segar.

“Yang membedakan menu ini dengan yang lain, bahan yang kami pakai semuanya fresh, bukan ayam potong frozen" katanya.

Ayam broiler dengan berat sekitar 1,2 kilogram dipilih karena dinilai ideal. Ukuran tersebut membantu menjaga keseimbangan antara kematangan sempurna dan tekstur daging yang tetap juicy.

Sebagai hidangan yang dimasak dalam kondisi utuh, Cantonese Chicken memerlukan racikan bumbu lebih banyak agar meresap hingga ke bagian dalam.

Rempah-rempah yang digunakan adalah jahe, bawang putih, pekak (bunga lawang), cengkeh, kayu manis, kulit jeruk, serta ngohiong, menjadi elemen penting pembentuk cita rasa.

Lihat Foto

Rahasia daging lembut dan kulit renyah

Sementara itu untuk teknik memasak juga menjadi faktor penentu berikutnya. Ia membagikan kiat agar daging ayam tetap empuk dan tidak kering.

“Dibumbui dulu baru di oven secara gantung dengan proses masak nya 3-4 jam dengan suhu rendah,"

Proses slow cook selama tiga hingga empat jam dengan suhu rendah menjaga kelembapan daging. Sementara teknik menggantung ayam saat dipanggang membuat panas menyebar merata sekaligus membantu membentuk kulit yang garing dan berwarna merah mengilap.

Setelah matang, ayam dipotong-potong dan disajikan dengan cara unik, yakni dicocol ke dalam campuran gula, ngohiong, dan beberapa bumbu tambahan. Sensasi rasa pun berubah di setiap celupan, menghadirkan harmoni antara gurih, manis, dan aroma rempah yang hangat.

Sebagai hidangan yang berakar dari tradisi Chinese food, Cantonese Chicken tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga nilai budaya yang kental. Perpaduan teknik klasik dan sentuhan peranakan membuatnya relevan disajikan dalam berbagai momentum kebersamaan.

“Untuk Chicken kanton waktu makannya sesuai selera karena ada waktu-waktu tertentu tapi biasanya ada momennya,” pungkasnya.