37 Emiten Papan Akselerasi Penuhi Syarat Free Float 15% di BEI
Sumber Foto: SWA.co.id
Ekonomi

37 Emiten Papan Akselerasi Penuhi Syarat Free Float 15% di BEI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan pengumuman status pemenuhan kewajiban jumlah saham beredar di publik (free float) dan jumlah pemegang saham berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Kepemilikan Saham per 31 Desember 2025.Laporan yang terbit pada Kamis (19/2/2026) di keterbukaan informasi itu mencatat 956 emiten tercatat yang mengungkapkan besaran free float sesuai standar yang ditentukan sebelumnya, yaitu 7,5%.

BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal tahun ini menaikkan batas free float minimum menjadi 15%. Porsi saham beredar di publik itu berlaku di akhir Januari 2026 sebagai respons evaluasi lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk transparansi pemegang saham dan likuiditas transaksi pasar saham di Indonesia.

SWA.co.id mencermati 37 dari 42 emiten yang tercatat di papan akselerasi memenuhi syarat free float sebesar15%. Sebagian besar emiten tersebut baru melantai di bursa selama masa pandemi Covid-19, yaitu periode tahun 2020 sampai tahun 2023. Berikut detail infografis emiten dengan porsi free float terbesar hingga terkecil.

Top 5 atau lima teratas, yaitu PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) yang porsi saham free float ebesar 64,1%. Per 31 Desember 2025, SMKM memiliki jumlah saham free float sebanyak 803.000.000 saham, dengan 7.309 investor. SMKM terakhir IPO pada 9 Maret 2022 dan bergerak di sektor infrastruktur.

Kedua, PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) dengan free float 58,9%. Jumlah saham beredar atau free float -nya sebanyak 1.270.746.647 saham. Per 31 Desember 2025, emiten teknologi tersebut dimiliki sebanyak 11.818 investor. NINE melantai di bursa pada 5 Desember 2022.

Ketiga, emiten teknologi PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) memiliki free float 57,5% per 31 Desember 2025. Saat itu, MENN memiliki saham free float sebanyak 824.391.006 saham, dan melibatkan 5.431 investor. MENN IPO pada 18 April 2023.

Keempat, PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) memiliki free float sebesar 55,9%, dengan jumlah saham beredar sebanyak 1.425.180.728 saham. Per 31 Desember 2025, EURO memiliki 1.414 investor. EURO melantai di BEI pada 8 Agustus 2022, khususnya di sektor barang konsumen primer.

Kelima, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) memiliki free float sebesar 54,0% atau sebanyak 1.038.011.428 saham. Per 31 Desember 2025, MEJA memiliki 7.626 investor. MEJA merealisasikan IPO pada 12 Februari 2024, dan bergerak di sektor barang konsumen non-primer.

Secara sektoral, emiten yang memiliki free float di atas 15% kebanyakan berasal dari sektor barang konsumen non-primer (IDX Cyc), barang konsumen primer (IDX Noncyc), dan teknologi (IDX Techno).

Selain itu, emiten-emiten yang pernah melantai di BEI atau IPO tersebut kebanyakan mencatatkan sahamnya secara perdana pada tahun 2023. Setidaknya, terdapat 16 emiten tercatat di tahun 2023. Kemudian, aktivitas IPO turun, hanya tercatat 3 emiten di tahun 2024. Tahun sebelumnya, ada 5 emiten pada 202, 5 emiten pada 2021, dan 8 emiten pada 2022.

Perihal saham beredar di publik itu menjadi sorotan MSCI hingga mereka melakukan peninjauan pada Mei 2026. Selain itu, MSCI juga menyoroti transparansi pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial ownership (UBO) atas emiten-emiten di Indonesia.

Selama periode kuartal I/2026, MSCI sempat melakukan perombakan emiten Indonesia yang tercatat di indeks MSCI Global Standard dan MSCI Small Cap. Sebagiannya didepak dari indeks MSCI Global Standard, kemudian pindah ke MSCI Small Cap. (*)

Vicky Rachman

Editor

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.