Waspada Penipuan Pendaftaran Bansos Melalui Facebook
Sumber Foto: Tempo.co
Sosial

Waspada Penipuan Pendaftaran Bansos Melalui Facebook

Kini News - AKUN Facebook [ arsip ] menyebarkan klaim tentang pembukaan pendataan calon penerima baru bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) 2026.

Konten yang diunggah pada 21 Februari 2026 tersebut menginstruksikan pengguna agar menuliskan kata “hadir” di kolom komentar jika ingin mendaftar. Narasi itu menjanjikan bahwa pengguna yang telah berkomentar akan mendapatkan undangan untuk menerima bantuan sosial.

Lalu benarkah ada undangan pendaftaran PKH BNPT 2026 dengan menulis kata hadir di Facebook?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tempo memverifikasi dengan mewawancarai ahli keamanan digital dan membandingkannya dengan situs resmi pengelola bantuan sosial. Hasilnya, pendaftaran PKH dan BPNT tidak dilakukan melalui komentar hadir di akun tersebut.

Mekanisme Pendaftaran Bansos

Akun yang memuat klaim tersebut, bukan akun resmi yang dikelola oleh Kementerian Sosial sebagai pengelola bantuan sosial. Akun Facebook resmi Kementerian Sosial beralamat di https://www.facebook.com/kemsosri. Akun resmi tersebut memiliki tanda terverifikasi berwarna biru.

Informasi resmi bantuan sosial hanya dipublikasikan melalui kanal resmi Kementerian Sosial di https://cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh melalui Play Store atau App Store.

Masyarakat yang memenuhi kategori menerima bantuan sosial, namun belum terdaftar, harus lebih dahulu diusulkan pemerintah daerah atau mengajukan melalui aplikasi Cek Bansos.

Anda dapat mengakses akun Instagram @Pusdatinkesos untuk mengetahui bagaimana proses pendataan penerima bantuan sosial.

Waspada Modus Phishing

Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan, akun yang meminta pengguna Facebook memberikan komentar “hadir” adalah salah satu modus mengumpulkan data pribadi warga.

Pelaku biasanya akan menjebak korban agar masuk ke situs phishing tertentu. Phishing adalah teknik penipuan siber untuk mencuri informasi sensitif—seperti username, password, nomor kartu kredit, dan PIN—dengan menyamar sebagai pihak terpercaya

“Kalau korbannya tergiur, maka akan diiming-imingi dengan bansos atau keuntungan finansial lainnya,” kata Alfons kepada Tempo, 26 Februari 2026.

Menurut Alfons, jika pelaku berhasil mengambil alih akun pengguna, maka akun tersebut biasanya akan digunakan untuk melakukan phishing berikutnya.