UAD dan PDNA Kulon Progo Gelar Pelatihan Literasi Digital untuk Ibu dalam Pengasuhan Islami
Sumber Foto: - Majalah Suara 'Aisyiyah
Teknologi

UAD dan PDNA Kulon Progo Gelar Pelatihan Literasi Digital untuk Ibu dalam Pengasuhan Islami

Kini News - Kulon Progo, Suara ‘Aisyiyah – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kulon Progo melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Literasi Digital untuk Mendukung Pengasuhan Islami dan Pemberdayaan Ekonomi”. Pelatihan bertempat di gedung SD Muhammadiyah Mutihan Wates, Kulon Progo, Sabtu, (28/02/2026).

Ada kurang lebih 20 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka datang dari berbagai latar belakang — ibu rumah tangga, guru, serta pegiat komunitas. Kegiatan tersebut menghadirkan pendekatan integratif antara literasi digital, nilai pengasuhan Islami, dan strategi monetisasi produk digital.

Difa’ul Husna, Ketua PkM menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap dua tantangan utama keluarga masa kini. Pertama adalah derasnya arus konten digital yang tidak selalu ramah anak. Kedua keterbatasan akses ekonomi produktif bagi ibu di rumah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas ibu dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengasuhan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis produk kreatif,” ucapnya.

Panitia mengajak para peserta untuk merefleksikan kembali bahwa pengasuhan Islami tidak berhenti pada penyampaian materi agama, tetapi juga pembiasaan nilai melalui media yang relevan dengan dunia anak hari ini.

Praktik Langsung Membuat Produk Digital

Panitia juga memberikan sesi praktik untuk membuat berbagai media ajar atau produk digital. Mereka diajak membuat storybook, flashcard huruf hijaiyah, poster doa dan lain sebagainya, menggunakan fasilitas yang disediakan oleh SD Muhammadiyah Mutihan Wates.

Pemanfaatan platform desain digital dan kecerdasan buatan diperkenalkan untuk membantu peserta merancang konten yang lebih sistematis, menarik, dan sesuai segmentasi usia anak.

Anaas Tri Ridlo, salah satu peserta sekaligus Ketua PCNA Wates Utara mengaku pelatihan ini membuka perspektif baru. “Selama ini kebanyakan dari kita hanya menggunakan media yang sudah jadi. Ternyata kita bisa membuatnya sendiri,membuat konten atau produk yang sesuai dengan kebutuhan anak di rumah. Selain itu juga menjualnya dalam bentuk digital” tuturnya.

Sinergi antara literasi digital dan pendidikan keluarga yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa rumah tidak lagi sekadar ruang domestik, tetapi dapat menjadi pusat lahirnya karya edukatif yang juga bernilai ekonomi.