Prediksi Pergeseran Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak
Kini News - CILEGON, KOMPAS.com - Kepala Korp Lalulintas (Kakorlantas) Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut, kebijakan work from anywhere (WFA) pada masa libur lebaran akan mengurai pergerakan masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik.
Dikatakan Agus, dengan adanya skema WFA maka prediksi puncak arus mudik lebaran 2026 akan terjadi pergesaran.
"Pemerintah tegas bisa memberikan dari awal menginformasikan work from anywhere (WFA). WFA ini sangat strategis. Oleh sebab itu, puncak arus mudik dan arus balik kemungkinan nanti ada pergeseran," kata Agus saat meninjau Pelabuhan Merak, Kamis (26/2/2026).
Agus mengungkapkan, prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 15 Maret 2026 atau H-3 Idul Fitri 1447 Hijriah.
Namun, puncak arus mudik juga bisa terjadi pada 18 Maret 2026.
"Nanti tergantung traffic counting (pencacahan lalulintas atau survei menghitung jumlah kendaraan). Ini yang jelas, WFA ini memudahkan rangkaian daripada mengurai baik itu pemudik termasuk juga balik," ujar dia.
Selain memprediksi, lanjut Agus, Polri telah memiliki teknologi untuk menghitung pergerakan kendaraan.
Adapun teknologi pemantauan arus kendaraan melalui integrasi CCTV di sejumlah command center di jalur mudik,
Kemudian dukungan e-TLE drone, serta sistem e-toll sebagai dasar penerapan rekayasa lalu lintas berbasis data.
Agus mencontohkan, proyeksi pergerakan kendaraan sudah jelas ada surveinya yang dilakukan bersama Kemenhub.
Contoh lainnya, proyeksi jumlah kendaraan yang akan melintasi exit toll yang menuju ke Trans Sumatera dan Jawa pada masa arus mudik 3,67 juta kendaraan. Sedangkan arus balik 3,5 sekian juta kendaraan.
"Teknologi ini tentunya bagian daripada mencari data update untuk memutuskan bagaimana cara kita bertindak. Baik itu dari sisi lalu lintas, baik itu contra flow, one way," tandas dia.




