Prediksi Banyak Perusahaan Bangkrut Akibat Krisis Memori
Kini News - Krisis memori global diprediksi akan berakibat pada kebangkrutan sejumlah perusahaan elektronik, terutama jika mereka tidak dapat mengamankan pasokan RAM yang cukup. CEO Phison, Pua Khein Seng, menyatakan bahwa dampak dari kesulitan ini akan meluas hingga tahun 2027.
Awal Kejadian
Kesulitan dalam penyediaan memori RAM telah menyebabkan lonjakan harga perangkat elektronik dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri elektronik konsumen.
Perkembangan
Khein Seng, dalam wawancara dengan Taiwan Next TV, mengungkapkan bahwa banyak perusahaan yang bergerak di sektor elektronik konsumen berpotensi mengalami kegagalan. Dia memperkirakan bahwa mulai akhir tahun ini hingga 2026, sejumlah vendor sistem akan bangkrut atau menghentikan lini produk mereka akibat kekurangan memori. Produksi ponsel diperkirakan akan berkurang antara 200-250 juta unit, dan produksi PC serta TV juga akan mengalami penurunan signifikan. Selain itu, Khein Seng menyebutkan bahwa masyarakat akan lebih sering memperbaiki produk elektronik yang mengalami kerusakan.




